Cerita Bermakna

Ladang Rejeki Umum

Ada seorang pengusaha yang mendapatkan untung besar dan menjadi kaya raya. Tapi meskipun memiliki kekayaan yang berlimpah tapi tidak bahagia seperti orang kebanyakan, ternyata penyebabnya adalah karena pengusaha tersebut tidak tahu harus meletakkan dimana uang yang sangat banyak itu. Sudah berbagai macam cara dilakukan tapi tetap tidak merasa aman, hanya bisa selalu membawa uang kemanapun dia pergi.

Suatu hari, dia melewati sebuah kuil dan melihat ada sebuah mangkuk besar di depan pintu kuil, setiap orang yang lewat pasti akan  memasukkan uang ke dalam mangkuk tersebut. Dia bertanya kepada seseorang dengan penuh keheranan, “Mengapa kalian memasukkan uang ke dalam mangkuk?”, orang itu menjawab “Kamu tidak tahu ya? Ini namanya “Ladang Rejeki Umum”, jika benar-benar tulus dalam berdana, meskipun hanya merelakan sedikit pasti akan mendapatkan balasan berkali lipat dan hidup berkecukupan. Uang ini akan digunakan untuk menolong orang yang membutuhkan dan demi keberlangsungan Dharma Buddha agar semakin banyak umat manusia yang terlepas dari penderitaan untuk mendapatkan kebahagiaan sejati. Begitu uang sudah masuk ke dalamnya, tidak akan mendapatkn gangguan apapun. Jika uang terus berada dalam sisi kita, hanya dimiliki oleh bencana alam, kecelakaan, perampokan, pemerintah dan pecundang.

Pengusaha tersebut tiba-tba tersadarkan dan berkata “Akhirnya saya sudah menemukan tempat yang aman untuk menyimpan uang ini”, disaat itulah dia berdana dengan rasa gembira.

Ada sebuah kalimat yang berujar “Uang yang disimpan bukan milik diri sendiri, uang yang dikeluarkan barulah milik diri sendiri”, sekarang ini “Uang yang disumbangkan barulah milik diri sendiri”. Barang yang digunakan bukan lagi menjadi milik sendiri, barang yang disimpan belum tentu menjadi milik diri sendiri, hanya uang yang disumbangkan baru dikatakan milik kita sendiri. Karena sumbangan kita maka orang yang menerima dapat terlepas dari kesulitan, karma baik dari bibit kebajikan ini akan selalu menyertai dalam berkali-kali kehidupan, sampai akhirnya bertunas, berbunga dan berbuah.