Vegetarian Dan Kesehatan

Menolak Pertolongan

Ada seorang umat Buddha yang sangat tulus dalam beribadah. Suatu kali, rumahnya terendam oleh banjir dan dia harus naik sampai ke atap rumah demi terhindar dari banjir, melihat air yang semakin tinggi, dia berdoa “Kuan Im Phu Sa yang maha welas asih tolong selamatkan saya”

Tidak berapa lama, datanglah seseorang yang membawa sebatang kayu melintas di depan rumahnya dan berniat ingin menolongnya tapi ia malah menjawab “Saya idak mau ditolong olehmu, Kuan Im Phu Sa pasti datang menolong saya”. Orang itu tidak berdaya mengajaknya dan pergi meninggalkannya.

Air banjir semakin lama semakin tinggi, sudah sampai sebatas pinggangnya, dengan rasa gelisah dia berdoa kembali “Kuan Im Phu Sa tolong cepatlah tolong saya”

Di saat itu, datanglah sebuah perahu kecil, orang-orang diatas kapal ingin sekali menolongnya tapi dia kembali menolak dan berkata “Saya tidak suka kapal ini, Kuan Im Phu Sa pasti akan datang menolong saya”, kapal itu pun pergi meninggalkannya.

Air banjir sudah sebatas dadanya, dia kembali berdoa dengan gusar “Kuan Im Phu Sa cepat tolonglah saya”

Datanglah sebuah kapal besar yang penuh dengan orang-orang, muncul keinginan orang-orang tersebut untuk menolong orang itu, tapi dia malah menggelengkan kepala dan berkata “Terlalu sempit, saya tidak akan naik, Kuan Im Phu Sa pasti akan datang menolong saya”

Di saat nafasnya sudah terengah-engah, datanglah seorang pembina diri yang naik ke atas sebuah perahu dan menolongnya.

Sambil mengeluh, dia berkata “Saya begitu tulus beribadah, mengapa Kuan Im Phu Sa tidak datang menolong saya?”

Sambil menghela nafas, pembina diri berkata “Kamu salah jika menganggap Kuan Im Phu Sa demikian, Phu Sa berkali-kali menjelma menjadi orang yang ingin menolong tapi kamu berkali-kali pula menolak. Sepertinya jodohmu dengan Phu Sa sangat dangkal, saya mungkin tidak seharusnya menolong kamu, biarkan kamu bertemu dengan raja neraka saja!”