Vegetarian Dan Kesehatan

Bahan Kimia Non-Vegetarian

Di era globalisasi abad 21, pola makan menjadi salah satu faktor penentu terbesar kesehatan seseorang selain beban pikiran dan faktor lainnya. Memiliki vegetarian sebagai pola makan sehari-hari tentunya adalah sebuah pilihan yang sangat tepat, ditengah mewabahnya penyakit yang ditularkan oleh hewan yang dikonsumsi. 

Akan tetapi, menjadi seorang vegetarian di tengah teknologi makanan yang sangat canggih tentu akan menghadapi banyak sekali tantangan. Terutama komposisi makanan (bahan turunan) yang semakin beragam dan kesulitan dalam menentukan bahan-bahan vegetarian atau non vegetarian. Faktanya banyak sekali makanan-makanan seperti marshmallows, keju, sereal dan produk lainnya yang kita pikir adalah 100% vegetarian, pada kenyataannya menggunakan komposisi bahan hewani pada beberapa makanan tersebut. Sayangnya, beragam bahan-bahan hewani terkadang dinamai secara modern menyerupai nama bahan-bahan kimia organik sehingga terkadang kita menjadi salah persepsi dan membeli bahan tersebut sehingga mungkin saja beberapa makanan non vegetarian secara tidak sengaja terbeli. 

Untuk itu, tim redaksi gema suci secara khusus memberikan informasi terkait komposisi bahan-bahan non vegetarian yang terkadang dipakai dalam makanan :

Castoreum (A.K.A. Beaver anal glands / Organ Pembuangan Berang-berang)

Castoreum biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan parfum dan pewangi, kebanyakan orang mengetahui bahwa binatang berang-berang memikat pihak lawan jenis adalah dengan menggunakan aroma lembut dari kotorannya. Anehnya, anus dari binatang berang-berang juga mempunyai rasa seperti raspberry, sehingga secara umum sering digunakan sebagai bahan pembuat pemanis atau permen rasa Raspberry.

Carmine/cochineal (A.K.A. Boiled bug / Cairan Kumbang)

Untuk anda pencinta permen rasa raspberry, anda mungkin tidak hanya mengkonsumsi anus berang-berang tetapi secara tidak sengaja juga mengkonsumsi carmine, pewarna yang didapat dari kumbang jenis cochineal. Carmine merupakan pewarna merah tua dan secara umum digunakan sebagai pewarna makanan. Carmine terjadi secara alami dari kumbang-kumbang tersebut sebagai alat untuk mempertahankan diri dari predator alaminya. Ironisnya miliyaran serangga direbus hidup-hidup setiap tahunnya untuk memproduksi pewarna merah tersebut.

Shellac (A.K.A. Bug slime / Lendir Kumbang)

Ketika kita berbicara tentang serangga dan permen, pastinya kita tidak akan melupakan Shellac. Diproduksi dari serangga yang disebut Kumbang Lac, yang ternyata masih satu spesies dengan cochineal. Shellac adalah material lilin (wax) yang biasanya digunakan sebagai pelapis untuk permen-permen sehingga tampak lebih bersinar. Permen-permen seperti skittles dan beberapa dekorasi kue kebanyakan mengandung Shellac.

Lanolin (A.K.A. Dirty sheep grease / Minyak Wool)

Berhati-hatilah pada Lanolin atau (Minyak Wool), karena lanolin diperoleh dari domba yang tidak dibersihkan.

Material ini sebenarnya sangat menjijikkan. Seperti yang telah kita ketahui bersama, apabila anda tidak mencuci rambut anda selama beberapa hari, maka akan timbul lapisan minyak. Hal yang sama terjadi pada bulu domba jika domba tersebut tidak dimandikan dalam waktu yang lama. Dan minyak-minyak tersebut dikumpulkan dan dinamakan Lanolin. Kebanyakan digunakan dalam berbagai makanan seperti permen karet.

L-cysteine/Cystine (A.K.A. Duck feathers. Or human hair / Bulu Bebek atau Rambut Manusia) 

L-cysteine adalah sejenis asam amino yang biasanya digunakan di dalam makanan yang dipanggang karena akan menambah kekenyalan serta kelembutan adonan. Selain itu anda dapat menemukannya pada kue donat, roti, kue-kue kering dan makanan lainnya. 

Rennet (A.K.A. Cow stomach / Usus Sapi)

Rennet merupakan enzim yang diekstrak dari usus sapi muda. Rennet digunakan untuk mengendapkan susu saat pembuatan keju. Kebanyakan pabrik pembuat keju memberikan label “Enzim” pada komposisinya tanpa keterangan dari tanaman, jamur atau hewani. Rennet masih digunakan secara rutin dalam proses pembuatan keju walaupun ada beberapa alternatif bahan lainnya (Rennet microba atau rennet tumbuhan). Di sebagian negara Eropa atau Inggris, terkadang beberapa pabrik keju akan melabelkan keju-keju yang vegetarian dengan yang non vegetarian, tetapi ini tidak terjadi di beberapa negara lainnya. 

Isinglass (A.K.A. Fish bladder / sirip ikan)

Isinglass didapatkan dari sirip ikan yang telah dikeringkan dari beberapa jenis ikan (terutama ikan cod)

Vitamin D3

Bahan ini merupakan aditif yang dibuat dari minyak ikan atau Lanolin. Bahan ini terdapat pula pada susu, jus jeruk, dan margarin. Tetapi cara yang paling baik untuk mendapatkan vitamin D3, dengan cara berjemur selama beberapa menit di bawah sinar matahari.

Gelatin

Merupakan bahan populer yang diproduksi dengan cara merebus tulang, kulit dan otot hewan seperti sapi, babi dan kuda. Setelah dimasak, bahan tersebut akan berubah bentuk menjadi Jelly atau gel. Bahan ini harus dihindari oleh semua vegetarian.

Komposisi makanan di atas harus kita hindari saat mengkonsumsi makanan-makanan (snack, ice cream atau makanan berat lainnya). Untuk itu, mari kita sebagai seorang vegetarian lebih memperhatikan dan teliti terhadap komposisi pada bungkus makanan sebelum membelinya.

Berikut beberapa tips pada saat kita membeli makanan vegetarian :

1. Pilihlah makanan organik ( alami )

2. Pastikan terdapat logo Vegetarian pada bungkus makanan.

3. Perhatikan komposisi pada bungkus makanan yang akan kita beli

Bervegetarian adalah bentuk kepedulian dan welas asih kita terhadap makhluk hidup ciptaan Tuhan lainnya. Dengan bervegetarian maka kehidupan kita akan menjadi lebih sehat dan berkualitas.