Kegiatan Wadah KeTuhanan Guang Ji

Dharma adalah harapan yang tak pernah pudar bagi umat manusia. Dharma juga merupakan obat mujarab untuk membuka kearifan umat manusia. Menyadari pentingnya hakekat kebenaran bagi umat manusia, maka wadah Ketuhanan Kuang Ci di Indonesia membuka berbagai jenis kelas dharma di Indonesia untuk menjembatani anak-anak Ibunda Suci agar dapat memahami kemuliaan Jalan Ketuhanan. 

Sidang Dharma 3 hari khusus pemula

Yang mengikuti kelas ini adalah umat yang baru memohon jalan Ketuhanan dan mengenal wadah Ketuhanan, kelas ini dibuka agar umat dapat lebih mengerti akan jiwa sejati, lebih mengerti akan silsilah Tao dan memberikan fondasi dasar untuk menjadi seorang pengabdi. Diharapkan setelah mengikuti kelas ini umat dapat mendirikan ikrar dalam membina dan melaksanakan Tao dalam wadah Ketuhanan.

Kelas Penegakan Budi

Yang mengikuti kelas ini adalah umat yang telah lulus mengikuti Sidang Dharma 3 hari. Kelas ini mengajak peserta untuk memupuk budi kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan setelah mengikuti kelas ini, peserta dapat mengerti akan pentingnya pembinaan diri dalam kehidupan seorang manusia. 

Kelas Pengabdi

Setiap tahun kelas ini diadakan bagi para pengabdi yang belum berikrar vegetarian, dharma yang disampaikan adalah bertujuan untuk memperkokoh keyakinan  para pengabdi terhadap Tao dan agar pembinaan diri tiap pengabdi dapat setingkat lebih maju lagi. Diharapkan agar para pengabdi dapat terus bekerja sama untuk menggerakkan wadah Tao.

Kelas Peningkatan Budi dan Karir Suci

Kelas ini diikuti oleh para pengabdi yang telah berikrar vegetarian, setahun sekali diadakan untuk memperbaiki pandangan dalam pembinaan dan pelaksanaan Tao dari setiap pengabdi, juga memupuk pembinaan diri kedalam, menyatukan hati antara senior dan junior, agar dapat bekerja sama dalam pelaksanaan Tao.

Kelas Malaikat Muda - Penerusan Obor Semangat para Suci (Thien Se Pan)

Tahun 2002, Ci Kong Lao Se berwelas asih untuk mengadakan kelas pertama Thien Se Pan di Jakarta, Ming Suen Than. Kelas ini dikhususkan untuk anak muda yang berumur dibawah 30 tahun dan telah mengikuti Sidang Dharma 3 hari. Lao Se memberi nama kelas ini adalah “ Cheng Sang Chi Sia Sin Huo Siang Chuan Thien Se Pan”. Tujuannya adalah agar anak muda kelak dapat membabarkan kebenaran, menyebarkan kabar baik dari Tuhan dan dapat menjadi tonggak dalam wadah Ketuhanan.

Kelas Pembinaan Keluarga (Chi Cia Pan)

Kelas ini diikuti oleh pasangan suami istri yang telah mengikuti Sidang Dharma 3 hari. Tujuan diadakannya kelas ini adalah agar dapat mengembangkan “Chi Cia Siu Sing” (Membina diri dalam keluarga) dan dapat memperkokoh akar jodoh generasi penerus. Berharap seiring dengan diadakannya Chi Cia Pan dapat mewujudkan “Tao Hua Cia Ting” (Dengan Tao dapat mengharmoniskan keluarga).

Kelas  Pemupukan Budi Luhur (Chang Te Pan)

Kelas ini diikuti oleh para Boddhisatva yang berusia 55 tahun keatas. Lao Se menginginkan agar di setiap Chang Te Pan dapat mengikat jodoh dengan para Boddhisatva senior sehingga dapat memperkuat keyakinan mereka untuk melindungi wadah Tao.

Kelas bagi Pembabar Dharma (Ciang Se Pan)

Ciang Se Pan merupakan sebuah kelas dharma yang diadakan setahun sekali dan khusus diperuntukkan bagi semua Ciang Se dari seluruh wadah Ketuhanan Kuang Ci yang ada di Indonesia.  Ciang Se Pan merupakan sebuah pengaturan dari Lao Se untuk menyatukan semua wadah Ketuhanan Kuang Ci di Indonesia, mengingat wadah Ketuhanan Kuang Ci tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Selama 3 hari, selain dapat menambah wawasan Tao, para Ciang Se juga dapat menggunakan kesempatan ini untuk bertemu dan saling asah-asih-asuh dengan Ciang Se yang berasal dari tiap daerah di Indonesia.  

Kelas Dharma Reguler

MING TE PAN

Yaitu kelas untuk umat baru yang telah lulus mengikuti kelas Sidang Dharma pemula, diharapkan peserta lebih memahami dan yakin tentang Jalan keTuhanan (Tao) dan kegiatan-kegiatan yang diadakan di dalam Wadah Ke Tuhanan. Dengan tujuan untuk pembaharuan dimulai dari hati memantapkan arah pembinaan dan pelaksanaan Tao selanjutnya.

PHEI TE PAN

Pada kelas ini mengutamakan pembinaan kedalam dan pembinaan keluar,  diharapkan peserta dapat lebih meningkat lagi dalam memupuk budi dan kebajikan serta mengutamakan Tata karma ke-Buddhaan , topik-topik pembahasannya lebih bersifat untuk mengajak kita membantu melaksanakan tugas dan bekerjasama tanpa pamrih.

CIN TE PAN

Pada kelas ini mengutamakan pembinaan dengan sepenuh dan ketulusan hati, diharapkan peserta dapat memiliki hati yg Pro-aktif dengan membangkitkan hati welas asih agar dapat menegakan ikrar dengan teguh, meningkatkan rohani dan meneladani perilaku Para Suci. Dan dalam pelaksanaanya penuh ketabahan tanpa kenal lelah dan keluh kesah.

CING CIN PAN

Kelas ini lebih bersifat menyadarkan dan mengajak peserta untuk mengintrospeksi diri sendiri agar lebih dapat melaksanakan sesuatu menuju kesempurnaan. Dengan cara mendalami dan mempelajari kitab-kitab Suci, berharap meminjam Kitab Suci untuk membuktikan kemuliaan Tao, mendalami dharma Sejati, untuk membimbing dan meluruskan pandangan dan pelaksanaan Tao.

SIE CING PAN

Sie Ching Pan atau yang sering dikenal dengan kelas remaja. Kelas ini diperuntukan untuk para remaja yang belum menjadi mahasiswa. Dalam kelas ini setiap remaja dibimbing untuk menjadi pribadi dan karakter yang baik dan berbakti terhadap orang tua dan penuh tata krama. Ditambah jaman yang demikian maju ini diperlukan sebuah pandangan dan wawasan yang baik agar mereka tidak salah arah atau salah pergaulan.

TU CING PAN

Tu cing Pan yang dalam bahasa Indonesianya  berarti  kelas membaca syair, merupakan suatu kelas khusus untuk anak-anak usia Play Group sampai dengan usia kelas 6 SD, membaca syair-syair dari para Suci dan bijak. 

VISI : Mengembangkan kepribadian anak yang bermoral dan beretika

MISI

• Agar anak-anak dapat berbakti kepada orangtua 

• Terhadap saudara dapat saling menyanyangi 

• Meningkatkan kemampuan daya ingat sang Anak

Pentingnya Tu Cing bagi anak-anak adalah :

Membangkitkan Pengetahuan anak-anak.

Dengan membaca syair anak-anak mendapatkan pengetahuan yang lebih beragam daripada pengetahuan lainnya, 

karena dalam syair Para Suci dan Para Bijak berisi tentang pengetahuan – pengetahuan mengenai moral, alam semesta, sejarah kebudayaan dan lain sebagainya.

• Meningkatkan kemampuan Otak Kanan. 

Kebanyakan   pendidikan   pada   saat  ini, lebih mengutamakan pengetahuan dan logika yang lebih cenderung meningkatkan kemampuan otak kiri daripada otak kanan. Sementara menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, berkesimpulan  bahwa  otak kanan mempunyai kapasitas   10   kali   lebih   besar   dibandingkan dengan otak kiri. Sehingga tentunya akan sangat penting sekali meningkatkan kemampuan otak kanan.

• Meningkatkan kemampuan mengingat.

Daya Ingat anak-anak sangat luar biasa terutama pada umur di bawah 13 tahun. Anak-anak pada usia tersebut, harus dibimbing untuk terus mengingat hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan dan moral etika yang baik. Dengan ada-nya kelas membaca syair pada usia awal tersebut akan membantu anak-anak untuk mengingat syair-syair yang dibacakan terutama yang berisi pengetahuan yang penting untuk masa depan anak-anak dan tentunya akan mempermudah anak-anak dalam menghafal syair tersebut.

 

JADWAL KEGIATAN YAYASAN GUANG JI

Thian She Pan Day 3

Baca Selengkapnya